Protein Amiloid Menimbun Pada Organ

Protein Amiloid Menimbun Pada Organ

Amiloidosis, Keadaan Waktu Protein Amiloid Menimbun Pada Organ

Amiloidosis ialah keadaan saat protein amiloid menimbun pada organ badan. Amiloid ialah protein abnormal yang dibuat sumsum tulang belakang.

Penimbunan amiloid ini nanti dapat menghancurkan organ, mengakibatkannya tidak berhasil berperan dengan normal.

Baca Juga: Minuman Dan Makanan Agar Gigi Selalu Sehat

Merilis Cedars Sinai, amiloidosis dapat mempengaruhi ginjal, jantung, hati, limpa, mekanisme saraf, lambung, dan usus. Kadang protein amiloid dapat terkumpul di semua badan. Keadaan ini disebutkan dengan amiloidosis mekanismeik.

Amiloidosis adalah penyakit sangat jarang, mempengaruhi kurang dari 4.000 orang Amerika Serikat (AS) tiap tahunnya. Tingkat keparahan penyakit bergantung pada organ yang dipengaruhi. Keadaan ini dapat memberikan ancaman nyawa bila mengakibatkan tidak berhasil ginjal atau jantung.

Yok waspada penyakit ini dengan mengenali info sekitar tanda-tanda, pemicu, tipe, factor resiko, resiko kompleksitas, analisis, dan langkah penyembuhan Protein Amiloid Pada Organ.

  1. Beberapa jenis amiloidosis dan pemicunya

Sumsum tulang umumnya menghasilkan sel darah yang dipakai badan untuk mengusung oksigen ke jaringan, menantang infeksi, dan menolong pembekuan darah. Pada satu tipe amiloidosis, sel darah putih yang menantang infeksi (sel plasma) di sum-sum tulang hasilkan protein abnormal yang disebutkan dengan amiloid.

Protein ini terlipat dan menggumpal secara tidak normal serta lebih susah untuk badan untuk diperpecah. Pada umumnya, amiloidosis berasal dari penimbunan amiloid di organ badan. Bagaimana amiloid dapat sampai di organ, itu tergantung pada tipe keadaan yang dirasakan penderitanya, misalnya:

  • Amiloidosis rantai enteng (AL): adalah tipe amiloidosis yang umum. Amiloidosis rantai enteng dahulunya disebutkan dengan amiloidosis primer. Tipe ini berlangsung saat protein amiloid abnormal yang disebutkan rantai enteng tercipta di organ-organ seperti jantung, ginjal, hati, dan kulit.
  • Amiloidosis autoimun (AA): seorang dapat memperoleh tipe ini sesudah alami infeksi seperti tuberkulosis atau penyakit yang menyebabkan infeksi seperti artritis reumatoid dan radang usus. Seputar 50 % pasien AA menanggung derita artritis reumatoid. AA kerap mempengaruhi ginjal. Tetapi, kadang bisa juga menghancurkan usus, hati, atau jantung. AA amiloidosis dahulunya disebutkan dengan amiloidosis sekunder.
  • Amiloidosis berkaitan dialisis: tipe ini mempengaruhi beberapa orang yang jalani dialisis untuk periode waktu lama sebab permasalahan ginjal. Pengendapan amiloid di sendi dan tendon mengakibatkan ngilu dan kekakuan.
  • Amiloidosis turunan atau herediter: adalah tipe yang jarang-jarang. Type ini berasal dari perubahan pada gen yang berlangsung pada keluarga. Amiloidosis herediter dapat mempengaruhi saraf, jantung, hati, dan ginjal.
  • Amiloidosis pikun: tipe ini mempengaruhi jantung pada lelaki yang lebih tua.
  1. Tanda-tanda amiloidosis bergantung pada organ yang dipengaruhi

Pada step awalnya, amiloidosis peluang tidak memunculkan tanda-tanda apa saja. Tetapi, saat penyakit berkembang jadi kronis, tanda-tanda yang tampil bergantung pada organ yang dipengaruhi.

Merilis Healthline, tanda-tanda amiloidosis berdasar organ yang dipengaruhi yakni:

  • Jantung: tanda-tanda yang tampil yakni napas sesak, detak jantung cepat, lamban, atau mungkin tidak teratur, ngilu dada, dan tekanan darah rendah yang bisa menyebabkan pusing.
  • Ginjal: peluang penderitanya akan alami bengkak di kaki sebab penimbunan cairan (edema) atau urine berbuih sebab kelebihan protein.
  • Hati: pasien dapat alami merasa sakit dan lebam dibagian atas perutnya.
  • Saluran gastrointestinal: tanda-tanda yang tampil umumnya mual, diare, sembelit, kehilangan selera makan, pengurangan berat tubuh, dan hati kenyang sesudah makan.
  • Saraf: tanda-tanda yang kemungkinan dirasakan mencakup pusing waktu berdiri, mual, diare, ketakmampuan untuk rasakan dingin atau panas, ngilu, mati rasa, dan kesemutan pada tangan, kaki, dan kaki sisi bawah.

Tanda-tanda umum amiloidosis yang dapat berlangsung yakni:

  • Kelelahan
  • Kelemahan
  • Memar di seputar mata atau di kulit
  • Lidah lebam
  • Nyeri persendian
  • Carpal tunnel syndrome

Bila alami beberapa gejala di atas lebih dari satu atau 2 hari, selekasnya jumpai dokter.

  1. Lelaki beresiko semakin tinggi menanggung derita amiloidosis

Walau amiloidosis dapat berlangsung pada siapa saja, tapi faktor-faktor spesifik dapat tingkatkan resiko penyakit sangat jarang ini. Merilis Medical News Today, factor resikonya diantaranya:

  • Umur: amiloidosis dapat berkembang pada dewasa muda, tapi wujud amiloidosis yang umum seringkali berlangsung pada umur di antara 50 dan 80 tahun.
  • Jenis kelamin: seputar dua pertiga pasien amiloidosis ialah lelaki.
  • Riwayat keluarga: ada wujud genetik dari amiloidosis, hingga mempunyai keluarga dengan keadaan ini dapat tingkatkan resiko.
  • Dialisis: orang yang jalani dialisis periode panjang untuk menyembuhkan penyakit ginjal mempunyai kenaikan resiko untuk meningkatkan tipe amiloidosis spesifik.
  • Riwayat penyakit radang: beberapa keadaan seperti radang persendian atau radang usus, dapat memacu amiloidosis AA. Berdasar data dari National Organization for Rare Disease, seputar 50 % pasien AA menanggung derita artritis reumatoid.
  1. Amiloidosis dapat mengakibatkan kerusakan ginjal, jantung, dan saraf

Amiloidosis dapat menghancurkan organ tempatnya tercipta. Merilis Healthline, kompleksitas amiloidosis diantaranya:

  • Kerusakan jantung: amiloidosis mengusik mekanisme kelistrikan jantung dan menyulitkan jantung untuk berdetak secara efisien. Amiloid di jantung dapat mengakibatkan kekakuan dan menurunnya tindakan pemompaan jantung, hingga mengakibatkan napas sesak dan tekanan darah rendah, yang nanti dapat mengakibatkan tidak berhasil jantung.
  • Kerusakan ginjal: kerusakan pada filter dalam ginjal dapat menyulitkan proses pembuangan sampah dari darah. Mengakibatkan, ginjal bekerja begitu keras, yang nanti dapat mengakibatkan tidak berhasil ginjal.
  • Kerusakan saraf: saat amiloid menimbun di saraf dan menghancurkannya, penderitanya peluang akan rasakan kesan seperti mati rasa atau kesemutan di jemari tangan dan kaki. Keadaan ini bisa juga mempengaruhi saraf lain, seperti saraf yang mengatur peranan usus atau tekanan darah.
  1. Analisis amiloidosis

Tanda-tanda amiloidosis dapat serupa penyakit lain. Misalkan, tanda-tanda yang mempengaruhi peranan ginjal dapat menyebabkan berlangsungnya kekeliruan analisis dengan keadaan ginjal yang lain.

Disamping itu, sebab amiloidosis adalah penyakit sangat jarang, dokter peluang perlu waktu yang lama untuk menegakkan analisis. Merilis Medical News Today, test analisis yang diperlukan dapat berbentuk:

  • Tes darah dan urine: dapat menolong tentukan organ yang terjebak. Misalkan, test urine dapat memperlihatkan kerusakan ginjal, sedang test darah dapat menghitung permasalahan pada jantung.
  • Biopsi jaringan: menyertakan contoh kecil jaringan untuk mengecek deposito amiloid. Dokter umumnya ambil contoh dari bantalan lemak di bawah kulit di perut atau dari satu organ.
  • Biopsi sumsum tulang: pengangkatan sumsum tulang menyertakan pengecekan kehadirannya deposit amiloid. Dokter umumnya akan ambil contoh sumsum tulang dari tulang panggul.
  1. Perawatan amiloidosis

Amiloidosis tidak dapat sembuh. Perawatan mempunyai tujuan untuk perlambat produksi protein amiloid dan kurangi tanda-tandanya. Merilis Healthline, perawatan umum amiloidosis yakni:

  • Pereda ngilu
  • Obat untuk menangani diare, mual, dan muntah
  • Diuretik untuk kurangi penimbunan cairan di badan
  • Pengencer darah untuk menahan aglutinasi darah
  • Obat-obatan untuk mengatur detak jantung

Perawatan lain berdasar tanda-tanda tipe amiloidosis yakni:

  • AL amiloidosis: diobati dengan kemoterapi. Biasa untuk perawatan kanker, pada amiloidosis obat akan merusak sel darah abnormal yang menghasilkan protein amiloid. Sesudah jalani kemoterapi, pasien peluang akan jalani transplantasi sel induk atau sumsum tulang untuk gantikan sel yang hancur. Obat yang lain kemungkinan diresepkan dokter yakni: penghalang proteasom (obat ini memblok zat yang disebutkan proteasom, yang merusak protein) dan imunomodulator (untuk menahan tanggapan mekanisme kebal yang begitu aktif)
  • AA amiloidosis: tipe ini dirawat berdasar pemicunya. Infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik, sedang keadaan infeksi dapat diobati dengan beberapa obat untuk turunkan infeksi.
  • Amiloidosis berkaitan dialisis: pasien dapat mengganti tipe dialisis yang didapat. Opsi yang lain yakni lakukan transplantasi ginjal.
  • Amiloidosis herediter: sebab protein abnormal yang mengakibatkan tipe ini dibuat di hati, karena itu peluang membutuhkan transplantasi hati.

Itu jejeran bukti sekitar pemahaman, pemicu, tanda-tanda, tipe, factor resiko, resiko kompleksitas, analisis, dan penyembuhan amiloidosis. Selekasnya kontrol ke dokter bila alami gejala-gejalanya. Meskipun tidak dapat sembuh, tapi analisis dan perawatan awal yang pas dapat menolong mengendalikan kandungan amiloid dan menahan kompleksitas beresiko.